Selasa, 10 Januari 2012

ALK latihan 10 dan 11


Latihan 10-5
Tentukan dampak transaksi pada Rasio Solvabilitas:
a.      Total utang terhadap ekuitas
b.      Utang jangka panjang terhadap ekuitas
c.      Laba terhadap beban tetap
d.     Arus kas terhadap beban tetap
a
b
c
d
N
TP
TP
T
T
TP
TP
T
N
N
TP
N
T
T
TP
TP
TP
TP
T
TP
TP
TP
TP
N
TP
TP
T
T
TP
TP
T
T
T
T
N
N
N
N
T
T

1.      Kenaikan tarif pajak
2.      Melunasi obligasi secara tunai
3.      Menerbitkan obligasi untuk mendanai pengembangan
4.      Menerbitkan saham preferen untuk mendanai pengembangan
5.      Kenaikan beban penyusutan
6.      Menagih piutang
7.      Melunasi utang dengan utang baru dengan bunga yang lebih tinggi.
8.      Mengapitalisasi porsi beban bunga yang lebih tinggi.
9.      Mengubah utang menjadi modal saham.
10.  Membeli persediaan secara kredit

Soal 10-4
TOP CORP
Ramalan Kas
untuk Tahun yang berakhir pada Tanggal 31 Desember, Tahun ke 6






Kas 1 Jan 2006



35,000
Pemasukan kas




  Piutang usaha 1 Jan 2006

75,000


  Penjualan

412,500


  Total potensi penagihan kas

487,500


(-) Piutang usaha 31 Des 2006
(103,125)







384,375
Total kas tersedia



419,375
Pengeluaran kas




  Utang usaha 1 Jan 2006

65,000


  Pembelian

455,500


  Total potensi pengeluaran kas
520,500





(122,000)






398,500

  Wesel bayar 1 Jan 2006

17,500


  Wesel bayar 31 Jan 2006

(15,000)






2,500

  Beban kas


27,250






428,250
Kas 31 Des 2006



(8,875)
Kas yang diinginkan



50,000
Pinjaman kas



(58,875)

Soal 10-6
a.      Hitung ukuran berikut untuk tahun 2005 dan 2006

Tahun 2005
Tahun 2006
1.      Rasio lancar = aset lancar/kewajiban lancar
61.000/40.000 = 1,525 %
84.000/54.000 = 1,56 %
2.      Jumlah hari untuk menagih piutang = Piutang / (Penjualan/360)
20.000/(155.000/360) = 46,45 hari
25.000/(186.000/360) = 48,39 hari
3.      Perputaran persediaan = harga pokok penjualan/((persediaan awal+akhir)/2)
99.000 / (38.000/2) = 5,21
120.000 / (56.000/2) = 4,28
4.      Jumlah hari untuk menjual persediaan = 360 / perputaran persediaan
360 / 5,21 = 69,1 hari
360 / 4,28 =84,11 hari
5.      Jumlah hari untuk membayar utang usaha = utang usaha / (Total aset/360)
23.000/(105.000/360) = 78,86 = 79 hari
29.000/(138.000/360) = 75,65 = 76 hari
6.      Rasio arus kas = arus kas operasi / kewajiban lancar
7.700/40.000 = 0,1925
6.400/54.000 = 0,1185

b.      Perubahan yang tidak signifikan karena berdasarkan rasio-rasio tersebut, tidak ada perubahan yang signifikan antara tahun 5 dan tahun 6. Pada tahun 6 terjadi kemunduran, yaitu pertambahan jumlah hari untuk menjual persediaan, penurunan rasio arus kas. Namun, juga ada kemajuan dalam rasio lancar.

Latihan 11-2
a. Reaksi atas komentar tersebut:
Sebaiknya manajemen Vancouver Viacom mengumumkan kerugian luar biasa atau tidak berulang saat pengumuman laba karena agar pemegang saham dapat mengetahui dari mana asal laba yang disajikan tersebut apakah benar-benar menggambarkan laba dari aktivitas operasi atau hanya berasal dari pos luar biasa atau pos yang tidak berulang. Pendapat manajemen mengenai kualitas keputusannya hampir selalu terkait dengan kondisi usaha normal atau kurang normal. Hal ini terbukti pada bagian diskusi manajemen dan analisis. Namun, manajer yang baik mengantisipasi hal yang tidak diharapkan. Saat terjadi kegagalan, manajer yang buruk seringkali berusaha untuk menghindari tanggung jawab. Manajer dibayar untuk mengantisipasi dan memperkirakan yang tidak biasa.
b. Faktor yang menentukan bahwa suatu keuntungan dan kerugian adalah luar biasa:
Keuntungan dan kerugian pos luar biasa yaitu terhadap kenaikan sumber daya dan pengembalian investasi modal, jika laba ini digunakan sebagai dasar peramalan maka kinerja pos luar biasa akan lebih berpengaruh dari kinerja masa lalu. Pos luar biasa akan berdampak pada evaluasi manajemen yang didasarkan pada laba. Pos luar biasa (extraordinary items) didefinisikan sebagai pos material yang secara signifikan berbeda dengan aktivitas bisnis utama perusahaan. Kriteria untuk pos luar biasa adalah:
1.      Bersifat tidak biasa (unusual nature)
Kejadian atau transaksi yang mendasari harus memiliki tingkat abnormalitas yang tinggi dan merupakan jenis yang secara jelas tidak berhubungan dengan atau hanya bersifat insidentil berkaitan dengan aktivitas normal dan umum perusahaan dengan memperhitungkan lingkungan dimana perusahaan beroperasi.
2.      Kejarangan terjadinya (Unfrequency of accurance)
Kejadian atau transaksi yang mendasari harus merupakan jenis yang tidak diharapkan akan terjadi kembali dimasa yang akan datang (foreseeable future), dengan memperhitungkan lingkungan dimana perusahaan beroperasi.
c. Klasifikasi pos luar biasa
1.       Kerugian yang diderita anak perusahaan di luar negeri terkait dengan perubahan kurs valuta asing.
Tidak, karena kerugian yang diderita oleh anak perusahaan yang berada di luar negeri ini diakibatkan oleh translasi, yaitu penyajian informasi mata uang dari satu mata uang ke mata uang lainya (dari mata uang asing disajikan ulang ke mata uang induk perusahaan). Hanya diperbolehkan jika terjadi selisih kurs yang naik secara tiba-tiba atau naik dengan jumlah yang cukup besar seperti adanya devaluasi Rupiah terhadap valuta asing, maka kejadian ini dapat digolongkan dalam pos luar biasa.
2.       Penurunan nilai persediaan biaya menjadi nilai realisasi bersih.
Iya, karena nilai persediaan biasanya diturunkan ke nilai realisasi bersih secara terpisah untuk setiap barang dalam persediaan. Penurunan nilai persediaan tidak tepat jika dihitung berdasarkan klasifikasi persediaan, misalnya barang jadi, atau seluruh persediaan dalam suatu industry atau segmen geografis tertentu. Dalam hal perusahaan jasa umumnya mengakumulasikan biaya dalam hubungannya dengan setiap jasa agar dapat menetapkan harga jual tersebut. Dengan demikian masing-masing jenis jasa dibukukan sendiri.
3.       Kerugian karena adanya produk lebih baik yang dihasilkan pesaing.
Tidak, karena kerugian akibat adanya produk lebih baik yang dihasilkan pesaing merupakan operasi normal perusahaan. Walaupun kejadian ini tidak bisa diprediksi, tetapi masi ada kemungkinan kejadian ini terjadi lagi.
4.       Penurunan laba bersih karena tarif pajak yang lebih tinggi.
Iya, karena biasanya dalam praktek, alokasi pajak dapat melibatkan tarif yang berbeda untuk komponen laba yang berbeda. Perbedaan ini timbul akibat tarif pajak yang berjenjang atau tarif khusus atau adanya alternatif untuk jenis keuntungan dan kerugian tertentu sehingga dilakukan perhitungan terpisah.
5.       Kenaikan laba yang berasal dari likuidasi persedian LIFO yang lebih rendah karena adanya pemogokan.
Tidak, karena efek dari pemogokan itu bisa menimbulkan keuntungan atau kerugian atas penjualan atau meninggalkan aset, dan peralatan yang digunakan dalam bisnis sehingga  mencakup kegiatan normal perusahaan.
6.       Beban Relokasi fasilitas pabrik.
Ya, karena relokasi pabrik bersifat abnormal dan tidak berhubungan dgan aktivitas perusahaan sehari hari.
7.       Beban terkait likuidasi lini produk yang tidak menguntungkan.
Ya, karena likuidasi atas suatu lini produk yang tidak menguntugkan merupakan aktivitas yang tidak diharapkan oleh suatu perusahaan maka digolongkan dalam pos luar biasa.
8.       Penghapusan biaya penelitian dan pengembangan produk yang gagal (tidak dapat dipasarkan).
Tidak, karena biaya penelitian bisa dihapuskan selama perusahaan tersebut sudah menemukan seluruh aspek dari produk/jasa yang ingin dijualnya, pengembangan produk yang gagal merupakan sesuatu yang biasa terjadi dilakukan dalam penelitian ketika produk tersebut gagal dan tidak dapat di pasarkan maka akan melakukan penelitian lebih lanjut agar produk tersebut semakin baik.
9.       Penghapusan biaya perangkat lunak karena permintaan produk tersebut lebih kecil dari yang diharapkan.
Tidak, karena biaya tersebut timbul akibat aktivitas inti perusahaan.
10.   Kesulitan keuangan yang dialami pelanggan utama sehingga menimbulkan cadangan piutang tak tertagih.
Tidak, karena pelanggan utama adalah penyumbang dana yang besar. Jadi, jika pelanggan utama mengalami kesulitan keuangan, ini menyebabkan meningkatnya piutang tak tertagih yang dialami perusahaan sehingga perusahaan menetapkan Cadangan Kerugian Piutang yang tinggi. Aktifitas ini merupakan aktifitas normal dan sering terjadi karena sebagian besar perusahaan mempunyai CKP.
11.   Kerugian penjualan mobil yang disewakan oleh perusahaan sewa mobil.
Ya, karena mobil sewa merupakan aset bagi perusahaan sewa mobil maka dapat dikatakan pos luar biasa.
12.   Keuntungan penjualan aset tetap.
Tidak, karena merupakan aktifitas perusahaan biasa, walaupun penjualan sifatnya mendesak tapi perusahaan biasa melakukan aktifitas tersebut, memang jarang terjadi tapi termasuk aktifitas normal perusahaan.
13.   Sewa yang diterima dari karyawan yang menempati rumah milik perusahaan.
Tidak, jika perusahaan secara terus menerus menerima sewa dari karyawaan sehingga aktifitas ini jadi sering terjadi dan cukup pasti akan diterima dimasa yang akan datang.
14.   Kerugian yang tidak diasuransikan.
Ya, ketika mengalami kebakaran sehingga semua asset dan persediaan barang dagangan rusak atau tidak dapat digunakan kembali. Hal tersebut tentunya tidak diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang.
15.   Penyitaan seluruh divisi perusahaan oleh pemerintah asing.
Ya, merupakan pos luar biasa karena hal tersebut bukan merupakan aktivitas suatu perusahaan dan sangat jarang terjadi.
16.   Kerusakan atau penyitaan property karena perang.
Ya, karena hal tersebut akan merugikan perusahaan, dan hal tersebut mempunyai abnormalitas yang tinggi. Tidak diharapkan terjadi di masa yang akan datang.
Latihan 11-3
a.      Pos luar biasa harus dilaporkan terpisah dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya. PSAK No.25 menyatakan bahwa pos luar biasa harus disajikan setelah laba yang berasal dari kegiatan normal perusahaan, dengan demikian pengguna laporan keuangan dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan yang berasal dari kegiatan normal sekaligus juga melihat pengaruh dari pos luar biasa tersebut terhadap perhitungan laba rugi perusahaan. Dalam perhitungan nilai tambah perlakuan pos luar biasa dapat dianalogikan sama dengan pos non-trading credits jadi bukan merupakan nilai tambah. Dengan demikian nilainya merupakan koreksi terhadap laba ditahan.
b.      Perlakuan pos luar biasa dalam analisis keuangan
Pos luar biasa bersifat tidak berulang. Oleh karena itu, seorang analis akan mengeluarkan pos luar biasa ketika menghitung laba tetap. Pos luar biasa juga dikeluarkan dari laba ketika melakukan pebandingan antar waktu atau antar perusahaan. Namun meskipun pos luar biasa bersifat sementara, pos ini menghasilkan biaya (atau keuntungan) bagi perusahaan. Oleh sebab itu, seorang analis harus memasukkan seluruh jumlah pos luar biasa ketika menghitung laba ekonomi.


1 komentar:

just for ur referencies ;)