Selasa, 10 Januari 2012

ETIKA DALAM PRAKTIK AUDITING DAN ETIKA DALAM PRAKTIK KONSULTAN MANAJEMEN


A. Etika dalam praktik auditing
Pelaksanaan  tugas  audit,  seorang auditor  dituntut  untuk  bersikap  dan bertindak  independen  dan  objektif. Independen  berarti  bebas  dari  pengaruh, tidak  dikendalikan atau tidak  tergantung  kepada pihak lain termasuk memberi  penugasan.  Objektif berarti  sikap  tidak  memihak  dalam mempertimbangkan fakta. Objektivitas lebih banyak ditentukan faktor dari dalam diri auditor, sedangkan independensi  selain  ditentukan  faktor  dari  dalam  diri auditor, juga banyak ditentukan oleh faktor dari luar diri auditor. Independensi dalam audit mencakup independensi dalam  perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan:
a.       Independensi  dalam  perencanaan  audit  berarti  bebas  dari  pengaruh manajemen  dalam  menerapkan  prosedur  audit,  menentukan  sasaran  dan ruang lingkup audit. 
b.      Independensi dalam pelaksanaan berarti bebas dalam mengakses aktivitas yang akan diaudit.
c.       Independensi pelaporan berarti bebas dari usaha untuk menghilangkan atau memengaruhi makna laporan serta bebas untuk mengungkapkan fakta.
Kerangka kerja kembali kepada empat aktivitas dasar yang dibutuhkan untuk mengevaluasi independensi auditor, yaitu: 
            a.       Prinsip 1. Menentukan Level Resiko Independensi: pengambil keputusan harus menilai level resiko          independensi dengan mempertimbangkan tipe dan signifikansi ancaman bagi independensi auditor dan tipe efektivitas perlindungan.
  1. Prinsip 2. Menentukan Penerimaan Level Resiko Independensi: Setelah menilai level resiko maka auditor perlu menentukan apakah level independensi adalah sebuah posisi yang dapat diterima pada kontinum resiko independensi.
  2. Prinsip 3. Memperhatikan Keuntungan Dan Biaya: Independensi pengambil keputusan harus memastikan bahwa keuntungan yang dihasilkan dari mengurangi resiko independensi menimbulkan perlindungan tambahan melebihi biaya perlindungan.
  3. Prinsip 4. Memperhatikan Pandangan Pihak-Pihak Yang Tertarik Dalam Mengalamatkan Isu Independensi Auditor: independensi pengambil keputusan harus memperhatikan pandangan dari investor dan harus memecahkan isu berdasarkan keputusan pengambil keputusan tentang bagaimana memenuhi tujuan independensi auditor.
Sikap  independen  auditor  pada  dasarnya  sangat  tergantung  pada  diri auditor  sendiri. Secara etika, auditor yang independen harus dapat memosisikan dirinya, agar dapat memperoleh kepercayaan dari  masyarakat  atau  pihak lain melalui sikap dan  tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh pihak lain tersebut, misalnya dengan  menolak penugasan audit bila menemui kondisi berikut:
a.       Terdapat hubungan istimewa antara auditor dengan auditi/ aktivitas auditi.
b.      Terjadi pembatasan ruang lingkup, sifat dan luas audit.
c.       Tidak  memiliki  kemampuan untuk  memahami  aktivitas  yang  akan  diaudit sehingga dapat  memengaruhi  sikap independensi, misalnya: tidak memahami kejahatan di bidang komputer.
d.      Auditor tidak dapat independen karena posisi auditor dalam organisasi auditi.
B. Etika dalam praktik konsultan manajemen
Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa konsultan manajemen akan menjadi lebih tinggi jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Tujuan konsultan manajemen adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:
  1. Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
  2. Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa konsultan sebagai profesional di bidangnya.
  3. Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
  4. Kepercayaan. Pemakai jasa konsultan manajemen harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

just for ur referencies ;)